Hasil Uji

ESERPE® Biodegradable Bag

Hasil uji kantong singkong

Untuk Laundry

Jika dicuci pada suhu diatas >70°C maka akan larut bersma air, dan aman bagi lingkungan. Biasanya plastik ini digunakan untuk cucian baju pasien, petugas medis, dan linen dengan resiko tinggi (Covid-19, HIV, dan penyakit menular lainnya).






hasil uji kantong plastik oxium

ESERPE Oxo Biodegradable Bag

1. Ojeda et al. (2009)

Aspergillus dan Penicillium ditemukan setelah mineralisasi dalam waktu 3 bulan dalam kompos. Selain itu, terjadi pertumbuhan fungi setelah 1 tahun di alam, yang mana tidak ditemukan pada PE konvensional. Dalam fase abiotik, ditemukan bacteria Rhodococcus rhodochrous dan Nocardia asteroides.

2. Balai Pengkajian Bioteknologi (2011)

Pengujian ini dilakukan untuk melihat proses biodegradasi dari UV exposed Oxium (Oxium yang sudah terurai) dengan menjadikan Oxium sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhan mikroorganisme. Secara sederhana, material yang bisa menjadi nutrisi atau sumber makanan bagi mikroorganisme akan menyebabkan organisme tersebut tumbuh dan meningkatkan populasi, yang pada akhir proses metabolismenya akan menjadi CO2, H2O dan biomassa. Dengan kata lain, material tersebut mampu terurai secara biologis atau biodegradable melalui aktivitas mikroorganisme. Laporan hasil pengujian ini menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah koloni mikroorganisme pada plastik yang mengandung Oxium. Pada plastik tanpa Oxium sendiri, peningkatan jumlah koloninya rendah dan cenderung menurun setelah 90 hari kultivasi. Selain itu, peningkatan konsentrasi Oxium sebagai sumber nutrisi mikroorganisme juga sejalan dengan peningkatan pertumbuhan populasi. Artinya, pengujian ini mengkonfirmasi bahwa Oxium mampu menjadi nutrisi bagi mikroorganisme dan terbiodegradasi menjadi CO2, H2O dan biomassa.

3. Gomes et al. (2013)

Setelah melalui proses pengomposan pada simulasi tanah, ditemukan mikroorganisme sebagai berikut pada sisa plastik oxo-biodegradable: Geotrichum spp, Mucor spp, Rhizopus spp, Trichoderma spp, Aspergillus niger spp, Zygomycota, Penicillium spp, Nematode, Protozoa.

4. Da Luz (2013)

Jurnal yang diterbitkan tahun 2013 ini menyatakan bahwa pasca degradasi, plastik oxo-biodegradable menunjukkan performa sebagai berikut: terbentuknya gugus OH (hidroksil), ikatan karbon oksigen, perubahan visual dan mikroskopik seperti permukaan keriput, adanya lubang, retak, luruh, pudarnya warna serta degradasi mikrobial yang ditunjukkan dengan tumbuhnya Pleurotus ostreatus.

5. Mukamto et al. (2015)

Jurnal yang diterbitkan tahun 2013 ini menyatakan bahwa pasca degradasi, plastik oxo-biodegradable menunjukkan performa sebagai berikut: terbentuknya gugus OH (hidroksil), ikatan karbon oksigen, perubahan visual dan mikroskopik seperti permukaan keriput, adanya lubang, retak, luruh, pudarnya warna serta degradasi mikrobial yang ditunjukkan dengan tumbuhnya Pleurotus ostreatus.

6. Laporan Hasil Uji ASTM 6954, BPPT (2018)

Dalam kurun waktu antara tahun 2014 hingga 2018, BPPT telah menerbitkan laporan pengujian berdasarkan ASTM 6954 dengan sampel plastik oxo-biodegradable. Pengujian tersebut menyimpulkan bahwa plastik oxo-biodegradable berhasil melalui proses biodegradasi yang ditunjukkan dengan terlepasnya CO2 sebesar 60-80%. Hal ini menjadi indikasi jika plastik oxo-biodegradable mampu dikonsumsi oleh mikroorganisme

kerjasama kemitraan kso bone densitometry

RS. Melinda 2 Bandung

Our

Client